Tarakan, Cybermerahputih.co.id – Ketua Kesatuan Nelayan
Tradisional Indonesia (KNTI) Tarakan, Rustam, menyuarakan kekhawatiran para nelayan terkait proyek pembangunan dan reklamasi di kawasan Pelabuhan Malundung yang diduga dikelola oleh PT Pelindo.
Rustam mengatakan, hingga saat ini belum ada sosialisasi kepada para pengguna laut, khususnya nelayan tradisional, mengenai dampak jangka panjang dari proyek tersebut.
“Belum pernah ada sosialisasi kepada nelayan yang setiap hari mencari nafkah di perairan ini,” ujar Rustam, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, proyek reklamasi berpotensi menimbulkan sejumlah dampak bagi masyarakat pesisir. Salah satunya adalah perubahan pola gelombang laut.
“Gelombang laut bisa pecah di dinding reklamasi dan pantulannya berpotensi membahayakan kapal nelayan maupun permukiman warga di sekitar pelabuhan,” jelasnya.
Selain itu, Rustam juga menyoroti rencana pengerukan dasar laut yang diduga akan dijadikan material timbunan reklamasi. Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut.
Ia mempertanyakan apakah proyek tersebut telah melalui kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) secara mendalam.
“Nelayan khawatir aktivitas pengerukan dan pembangunan skala besar ini akan membuat ikan menjauh dari perairan Tarakan, yang tentu akan berdampak langsung pada pendapatan nelayan kecil,” katanya.
Rustam juga melayangkan kritik kepada Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Utara. Ia meminta pemerintah tidak pasif dalam mengawasi perizinan serta dampak sosial dari proyek tersebut.
“Jangan sampai atas nama pembangunan, hak-hak konstitusional nelayan justru diabaikan atau bahkan diinjak. Pembangunan harus maju, tetapi nelayan jangan dipinggirkan,” tegasnya.
Para nelayan juga menuntut adanya transparansi dari pihak pengelola proyek maupun pemerintah. Mereka mendesak agar segera dilakukan pertemuan untuk menjelaskan sejumlah hal, antara lain:
Sejauh mana dampak pembangunan terhadap lingkungan laut.
Bentuk tanggung jawab atau kompensasi yang disiapkan jika proyek tersebut terbukti merugikan mata pencaharian nelayan.
Sementara itu, awak media telah mencoba menghubungi General Manager PT Pelindo, Amrullah, untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan konfirmasi.
Rahman: Cyber








