PASANGKAYU, CYBERMERAHPUTIH.CO.ID ~ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasangkayu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabu, 22 April 2026.
Agenda utama rapat tersebut adalah membahas pengelolaan dan pembagian anggaran media lokal yang dinilai perlu kejelasan dan transparansi.
RDP tersebut dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Kabid Kominfo Makmur Roca, Wakil Ketua II DPRD Muh. Dasri, Ketua Komisi III Edi Permana Putra, serta anggota DPRD lainnya seperti Robin Candra, Arham Bustaman, Dasriah, dan Andriani. Sejumlah pimpinan redaksi media lokal Kabupaten Pasangkayu juga turut hadir dalam forum tersebut.
Dalam rapat, Kabid Kominfo Makmur Roca menegaskan bahwa sisa anggaran yang ada tetap akan dibagikan.
Ia menyebut prioritas utama akan diberikan kepada wartawan lokal yang aktif melakukan peliputan dan pemberitaan kegiatan pemerintah daerah.
“Kami tetap akan membagi anggaran yang masih tersisa, dengan mengutamakan wartawan lokal yang aktif di Pasangkayu, yang konsisten melakukan peliputan serta ikut mengangkat nama daerah melalui pemberitaan,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut tidak serta-merta meredakan sorotan DPRD.
Wakil Ketua II DPRD Pasangkayu, Muh. Dasri, menegaskan bahwa pihaknya bersama Komisi III akan terus mengawal proses pembagian anggaran tersebut agar tidak menimbulkan ketimpangan maupun kecemburuan di kalangan media.
Ia juga secara tegas meminta Kepala Dinas Kominfo, Zulkifli H. Kamaluddin, untuk segera membuat nota kesepahaman (MoU) dengan wartawan atau media lokal sebagai bentuk kepastian dan transparansi kerja sama.
“Kami akan tetap mengawal. Kami minta Kadis Kominfo segera membuat MoU dengan wartawan lokal agar jelas, transparan, dan tidak menimbulkan polemik,” tegas Muh. Dasri.
RDP ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD tidak ingin pengelolaan anggaran media berjalan tanpa kontrol.
Di sisi lain, para insan pers berharap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada media lokal yang selama ini aktif dan konsisten memberitakan pembangunan di Kabupaten Pasangkayu.
Red: Cyber








