Samarinda, Cybermerahputih.coid – Ikatan Keluarga Toraja (IKAT-PMTI) wilayah Kalimantan Timur resmi melantik jajaran pengurus baru untuk periode 2026–2031. Prosesi pelantikan berlangsung pada 18 April 2026 di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, dan mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Toraja yang berdomisili di Kalimantan Timur.
Dalam pelantikan tersebut, jabatan ketua dipercayakan kepada Dr. dr. Nataniel Tandirogang, M.Si. Ia diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid serta berkontribusi aktif dalam pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sebagai wadah pemersatu warga Toraja di perantauan, IKAT-PMTI dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mempererat tali persaudaraan, tetapi juga sebagai pilar partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud bersama istri, perwakilan Kesultanan Kutai Ing Martadipura, Ketua Umum IKAT-PMTI sejak 2021 Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa, S.E., Ketua BPW KKSS Alimuddin Latief, serta Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeq. Sejumlah tokoh masyarakat Toraja yang bermukim di Kalimantan Timur juga tampak hadir.
Salah satu pengurus IKAT-PMTI Kaltim bidang pariwisata dan seni budaya, Bertha Duma, menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan yang baru.
“Kami menyambut baik kepengurusan IKAT-PMTI di Kaltim ini. Ini menjadi wadah bagi kami untuk terus mengembangkan dan melestarikan budaya Toraja, meski berada di perantauan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pengurus IKAT-PMTI Kaltim sepakat memberikan dukungan kepada Ketua Umum saat ini, Yulius Selvanus Lumbaa, untuk kembali memimpin organisasi pada Musyawarah Besar (Mubes) IKAT-PMTI mendatang.
“Sesuai keputusan bersama, kami mendukung penuh Bapak Yulius Selvanus Lumbaa untuk kembali menahkodai IKAT-PMTI pada periode berikutnya,” tambah Bertha yang dikenal aktif dalam pelestarian budaya Toraja.
Diketahui, IKAT-PMTI merupakan organisasi berskala nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, baik di daerah maupun secara nasional, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat Toraja.
Laporan: Roland








