PALU, CYBERMERAHPUTIH.CO.ID – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melakukan terobosan tak lazim dalam pembinaan aparatur pemerintahan dengan menggelar retret bagi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berfokus pada penguatan nilai spiritual dan moral sebagai fondasi kepemimpinan birokrasi.

Langkah tersebut menjadikan Anwar Hafid sebagai satu-satunya gubernur di Indonesia yang memilih rumah ibadah sebagai lokasi retret pimpinan OPD. Kebijakan ini sekaligus mematahkan tradisi retret pejabat yang kerap dilakukan di hotel atau lokasi wisata dengan anggaran besar.
Dalam arahannya, Anwar Hafid menegaskan bahwa jabatan bukanlah kehormatan semata, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, pembinaan spiritual penting agar para pejabat tidak kehilangan kompas moral dalam menjalankan tugas dan mengambil kebijakan.
“Ketika seseorang menyadari bahwa kekuasaan adalah titipan, maka ia akan lebih berhati-hati, jujur, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Anwar Hafid.
Selain menekankan aspek moral, retret di masjid juga dipilih sebagai bentuk efisiensi anggaran dan simbol kesederhanaan.
Gubernur berharap pendekatan ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pejabat agar menjauhi praktik penyalahgunaan kewenangan serta memperkuat integritas birokrasi.
Selama kegiatan, para kepala OPD mengikuti rangkaian pembinaan yang meliputi refleksi kepemimpinan, penguatan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta peran aparatur dalam melayani masyarakat secara adil dan beretika.
Langkah Anwar Hafid ini mendapat perhatian luas karena dinilai membawa pendekatan baru dalam tata kelola pemerintahan. Retret berbasis spiritual tersebut diharapkan tidak berhenti pada simbol, tetapi mampu diterjemahkan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan kebijakan yang lebih pro-rakyat di Sulawesi Tengah.
Dengan inovasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara moral dan berintegritas.
Tim: Cyber








