Tarakan, Cybermerahputih.co.id — Hasnah, korban penembakan salah sasaran yang terjadi pada 27 September 2022, kembali harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Jusuf SK Tarakan, Kamis (18/12/2025).
Warga RT 21 Perumahan PNS Blok C, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, Kalimantan Utara itu mengaku hingga kini belum pulih sepenuhnya akibat luka tembak yang dideritanya. Proyektil peluru menembus bahu hingga paru-paru, bahkan berdampak sampai ke bagian pinggang.
“Sudah tiga tahun sejak kejadian itu, saya masih keluar masuk rumah sakit karena belum sembuh total. Saya tidak bisa lagi bekerja seperti biasa,” ungkap Hasnah dengan suara lirih.
Kondisi tersebut semakin memperparah keadaan ekonomi keluarga. Suaminya, Alvin, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, juga telah diberhentikan dari pekerjaannya.
“Sejak istri saya tertembak salah sasaran oleh oknum polisi berinisial A, kami hanya bisa terbaring di rumah. Kami tidak bisa lagi menafkahi anak-anak,” ujar Alvin.

Hasnah mengungkapkan, pada awal kejadian pihak oknum pelaku sempat memberikan kompensasi sebesar Rp20 juta. Namun dana tersebut habis digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga mengaku kecewa karena kesepakatan awal yang menyatakan biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak pelaku tidak pernah terealisasi.
“Kenyataannya, kami tetap membayar pengobatan melalui BPJS Mandiri milik saya sendiri,” katanya.
Hasnah berharap agar oknum pelaku tetap bertanggung jawab, tidak hanya terhadap biaya pengobatan hingga ia sembuh total, tetapi juga membantu biaya hidup keluarganya.
Sementara itu, Alvin menegaskan bahwa kesepakatan awal menyebutkan seluruh biaya pengobatan istrinya akan ditanggung hingga benar-benar pulih 100 persen. Namun, hingga kini tidak ada lagi komunikasi dari pihak pelaku.
“Kami sangat menyesalkan adanya surat keterangan sembuh yang dikeluarkan untuk istri saya tanpa sepengetahuan keluarga,” tegas Alvin.
Pihak keluarga korban juga angkat bicara. H. Dahlan, salah satu keluarga Hasnah, menyayangkan sikap oknum pelaku yang dinilai lepas tanggung jawab.
“Kami berharap oknum pelaku tetap bertanggung jawab dan sebaiknya masalah ini dibicarakan secara kekeluargaan agar ada penyelesaian. Kondisi ekonomi mereka sangat memprihatinkan, untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi harus bolak-balik rumah sakit,” ujarnya.
Ia pun memohon dengan besar hati agar pihak pelaku memberikan bantuan biaya hidup hingga Hasnah benar-benar pulih dan dapat kembali bekerja.
Laporan: Abdul Rahman








