Bulukumba, Cybermerahputih.co.id — Krisis air bersih terus menghantui warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bulukumba, khususnya di Kecamatan Ujung Loe. Warga mengeluhkan sudah lebih dari dua tahun air dari PDAM tak lagi mengalir ke rumah mereka.
Salah seorang warga Dusun Ulutedong, Desa Garanta, Jusmaeni Masda, mengatakan bahwa aliran air PDAM sudah bertahun-tahun tidak mengalir. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan sumur sebagai alternatif, namun debit airnya sangat terbatas.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Babana, Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, juga mengeluhkan hal serupa. Ia menyebutkan, lebih dari 100 kepala keluarga di wilayahnya kini sepenuhnya bergantung pada air galon untuk kebutuhan harian.
“Sudah hampir tiga tahun air PDAM tidak lagi mengalir di Babana. Kami sudah beberapa kali melapor ke kantor PDAM, tapi belum ada solusi,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat terkait peran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar air bersih yang sudah lama terabaikan.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, membenarkan bahwa PDAM Bulukumba memang sedang menghadapi persoalan serius, terutama terkait jaringan pipa dan sistem distribusi air.
“Secara keseluruhan PDAM memang sedang bermasalah, dalam tanda kutip ‘sakit serius’. Dibutuhkan anggaran besar untuk memperbaiki dan merevitalisasi. Perda yang lama juga sudah tidak relevan, sementara kami sedang memperbaruinya bersama DPRD,” jelasnya.
Menurut Ayatullah, pemerintah daerah tengah menyiapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga agar investasi perbaikan jaringan dapat segera dilakukan. Namun, regulasi lama belum memungkinkan kerja sama tersebut.
“Makanya kita sementara membahas aturan baru bersama DPRD agar ada solusi permanen,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah memahami keresahan masyarakat, namun untuk jangka panjang hal utama yang perlu dibenahi adalah regulasi dan tata kelola PDAM Wae Panrita Lopi sebagai sumber utama permasalahan.
Sementara itu, Zulkifli Saiyye, mantan anggota DPRD Bulukumba, menilai bahwa kondisi PDAM Wae Panrita Lopi sudah berada pada tahap “sakit kronis stadium empat”.
“Perlu perbaikan menyeluruh, terutama pada jajaran direksi, dewan pengawas, pegawai, dan manajemen perusahaan pelat merah tersebut. Jaringan pipa juga harus dibangun baru karena yang lama sudah tidak layak dan berusia lebih dari 20 tahun,” tegasnya.
Warga berharap, langkah perbaikan yang dijanjikan pemerintah dan DPRD tidak hanya sebatas wacana, agar krisis air bersih di Kecamatan Ujung Loe segera berakhir. (TIM)








