Penanganan Stunting Biddokkes Polda Sulbar di Apresiasi Wakil Ketua DPRD

- Penulis

Kamis, 25 September 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Sulbar [Cybermerahputih.co.id] – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat memberikan apresiasi tinggi kepada Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar atas inisiatif dan peran aktifnya dalam program pencegahan stunting di wilayah Sulbar.

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, DR. Hj. Suraidah Suhardi Duka, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Banggar DPRD Provinsi Sulbar, Selasa (23/9/2025).

Audiensi tersebut membahas peran penting Dokter Polisi (Dokpol) sebagai mitra desa dalam memberdayakan masyarakat melalui program-program pencegahan stunting. Zuraidah Suhardi Duka menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan Biddokkes Polda Sulbar sangat relevan dan efektif dalam menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan kerja keras Biddokkes Polda Sulbar dalam upaya pencegahan stunting. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” tutur Suraidah.

Kegiatan audiensi ini juga dihadiri oleh Kabid Dokkes Polda Sulbar, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat yang membidangi Kesehatan Masyarakat, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Kasubdit Dokpol
dan staf Dokpol Biddokkes Polda Sulbar.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Dokkes Polda Sulbar juga menyampaikan paparan mengenai strategi dan program yang telah dilaksanakan, serta tantangan yang dihadapi di lapangan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat dalam kesempatannya menyatakan kesiapannya mendukung program-program kesehatan yang diinisiasi oleh Biddokkes Polda Sulbar. Dukungan ini akan diwujudkan melalui alokasi anggaran yang memadai dan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Stunting merupakan masalah serius yang dihadapi oleh banyak daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Barat. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian dan masyarakat, diharapkan masalah stunting dapat diatasi secara efektif, sehingga generasi muda Sulawesi Barat dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Humas Polda Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel cybermerahputih.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi IV DPRD Balikpapan Diminta Serius Sikapi Keluhan Warga Terkait SPMB
Pasangkayu Matangkan Persiapan Upacara Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026
Dengan Pendekatan Akrab, Polantas Polda Sulbar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar
Perwakilan Masyarakat Adat Desa Ako Gugat PT Pasangkayu, Klaim Penguasaan Lahan Adat Dibawa ke Pengadilan
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasangkayu Gelar Upacara dan Ramah Tamah, Kapolres Bacakan Amanat Presiden
Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit, Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan 2026 Resmi Dibuka
Warga Desa Doda Protes Keras, Platdeker Diganti Gorong-gorong Dinilai Abaikan Risiko Banjir
Sekda Pasangkayu Buka Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 dan Desa Cantik Statistik, Tegaskan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:19 WIB

Komisi IV DPRD Balikpapan Diminta Serius Sikapi Keluhan Warga Terkait SPMB

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:11 WIB

Pasangkayu Matangkan Persiapan Upacara Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:48 WIB

Dengan Pendekatan Akrab, Polantas Polda Sulbar Tanamkan Kesadaran Tertib Lalu Lintas di Kalangan Pelajar

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:41 WIB

Perwakilan Masyarakat Adat Desa Ako Gugat PT Pasangkayu, Klaim Penguasaan Lahan Adat Dibawa ke Pengadilan

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:44 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasangkayu Gelar Upacara dan Ramah Tamah, Kapolres Bacakan Amanat Presiden

Berita Terbaru