Nunukan, Cybermerahputih.co.id — Pembelian mobil operasional merek Toyota Land Cruiser seharga Rp2,7 miliar oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, yang bersumber dari APBD 2025, menjadi sorotan dan viral di berbagai media online.
Saat dikonfirmasi, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan bahwa dirinya sedang melakukan perjalanan ke luar kota, dan meminta awak media untuk menghubungi Kabag Umum Pemkab Nunukan terkait persoalan tersebut.
“Saya sementara dalam perjalanan ke luar kota Nunukan, silakan hubungi Kabag Umum,” ujarnya, Sabtu (6/12/25).
Pengadaan Disetujui DPRD
Menanggapi hal itu, Kabag Umum Pemkab Nunukan, Hery, membenarkan adanya pengadaan kendaraan tersebut. Ia menjelaskan bahwa mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan dinas operasional Bupati.
“Benar, pengadaan mobil Land Cruiser itu adalah untuk kendaraan operasional Bupati Nunukan. Pengadaan sudah diusulkan melalui APBD 2025 dan telah disetujui DPRD Nunukan,” jelasnya.
Hery menambahkan bahwa kendaraan tersebut memiliki kapasitas mesin 3.346 CC, dengan pertimbangan kebutuhan serta medan jalan di wilayah Kabupaten Nunukan.
DPRD: Pembahasan APBD Bersifat Umum
Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Nunukan, Arpiah Aripin, mengaku tidak mengetahui secara detail harga maupun spesifikasi pembelian kendaraan tersebut.
“Kami tidak begitu mengetahui pasti pengadaan mobil Land Cruiser seharga Rp2,7 miliar itu, sebab dalam pembahasan APBD sifatnya gelondongan dan tidak spesifik menyebut pengadaan mobil tersebut,” ujarnya.
Warga Soroti Sensitivitas Pemerintah
Seorang warga Nunukan, Jimmy, menilai pembelian mobil mewah tersebut tidak tepat dilakukan saat kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.
“Seharusnya pemerintah lebih peka terhadap kondisi Nunukan. Infrastruktur jalan saja masih banyak yang rusak, harga sembako terus melonjak, dan masih banyak kebutuhan lain yang lebih prioritas,” tegasnya.
Jimmy juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi anggaran negara.
“Di tengah program efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo, pemerintah daerah malah membeli mobil mewah senilai Rp2,7 miliar. Harusnya lebih memikirkan kepentingan rakyat banyak,” tutupnya.
Laporan: Abdul Rahman








