Bulungan – Cybermerahputih.co.id
Proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Utara resmi ditutup pada Minggu (23/11/2025) pukul 16.00 WITA. Ketua Tim Panitia Pengarah (Steering Committee), Fenry Alpius, mengungkapkan bahwa hanya dua bakal calon yang menyerahkan berkas pendaftaran.
“Hanya dua calon yang mendaftar dan selanjutnya akan diverifikasi oleh panitia,” jelas Fenry.
Salah satu kandidat kuat yang maju adalah Fransisco, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, serta Bidang Tani dan Nelayan DPD Golkar Kaltara. Ia menegaskan kesiapannya membawa perubahan di tubuh Partai Golkar apabila terpilih untuk memimpin periode 2025–2030.
Menurutnya, kepemimpinan Syarwani sebagai Ketua DPD Golkar Kaltara periode 2020–2025 sudah berjalan dengan baik. Namun, ia menilai ke depan Golkar harus menjadi lebih terbuka dan progresif.
“Kami bertekad, bila saya dipercaya memimpin, kinerja partai harus jauh lebih bagus. Golkar adalah Partai Terbuka, maka perubahan perlu dilakukan, termasuk memberi ruang bagi calon eksternal,” kata Fransisco.
Namun diakui Fransisco, AD/ART Partai Golkar menetapkan batasan bahwa calon ketua wajib menjadi pengurus sekurang-kurangnya lima tahun, kecuali mendapat surat diskresi Ketua Umum DPP Golkar, yang populer disebut surat ampuh. Ia menyebutkan bahwa kabar mengenai sejumlah kandidat yang ingin maju tetapi kemudian urung mendaftar turut mewarnai proses penjaringan kali ini.
Di sisi lain, Fransisco mengaku masih khawatir terkait proses verifikasi dukungan. Ia menyebut sebagian besar suara pemilik hak pilih telah digarap oleh calon lain sehingga menyisakan peluang yang semakin sempit.
“Kami melihat bakal calon lain sudah memborong banyak pemilik suara. Padahal syarat maju adalah minimal memperoleh 30 persen dukungan tertulis. Saya sudah melobi setiap daerah dan organisasi sayap, namun hasil resmi dukungan masih kami tunggu,” ungkapnya.
Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kalimantan Utara dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2025, dan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Laporan: Abdul Rahman








