Bulungan, Cybermerahputih.co.id — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Utara pada Sabtu, 29 November 2025, dipastikan bakal berlangsung menarik. Pasalnya, meskipun Syarwani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kaltara ditetapkan sebagai calon tunggal, salah satu bakal calon lain, Fransisco, menegaskan dirinya masih memiliki peluang besar untuk maju sebagai penantang.
Ketua Panitia Musda III DPD Golkar Kaltara, Fenry Alpius Litun, sebelumnya memastikan bahwa Bupati Bulungan dua periode tersebut berpeluang besar kembali menahkodai DPD Golkar Kaltara untuk periode berikutnya.
Namun demikian, Fransisco, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM serta Bidang Tani dan Nelayan DPD Golkar Kaltara, menolak anggapan bahwa peluangnya tertutup hanya karena belum memenuhi persyaratan dukungan minimal 30 persen surat dukungan sesuai Pasal 13 Ayat 8.
“Saya akui syarat 30 persen itu belum kami penuhi. Tapi keputusan tertinggi ada di forum Musda, bukan pada Tim Verifikasi,” tegas Fransisco.
Ia menambahkan bahwa Tim Verifikasi tidak memiliki kewenangan menggugurkan calon, karena keputusan final harus dibawa dan diputuskan melalui forum Musda.
“Tim Verifikasi tidak punya hak menjatuhkan atau menggugurkan para calon. Ia harus membawa hasilnya ke forum Musda,” lanjutnya.
Menurut Fransisco, meski Syarwani sudah mengantongi dukungan 30 persen untuk melaju sebagai calon ketua, namun dukungan tersebut belum sepenuhnya bulat, sehingga dirinya tetap optimis menjadi penantang kuat.
“Dalam Juklak No. 2 Tahun 2025 tidak ada aturan yang menyebutkan bakal calon bisa digugurkan oleh Tim Verifikasi. Jadi peluang kami masih terbuka lebar,” tegasnya.
Ia juga menegaskan akan meminta pertanggungjawaban atas kinerja kepemimpinan DPD Golkar Kaltara periode 2020–2025 dalam forum Musda nanti.
Musda Golkar Kaltara dijadwalkan berlangsung 30 November 2025 di Gedung Wanita Tanjung Selor, dan akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Laporan: Abdul Rahman








