PASANGKAYU, CYBERMERAHPUTIH.CO.ID — Nama Dr. Ir. Agus Ambo Djiwa, M.P., bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat Kabupaten Pasangkayu. Mantan kepala daerah yang kini mengemban amanah sebagai anggota DPR RI Komisi IV itu dikenal luas di kalangan masyarakat yang mengenalnya sebagai figur yang dekat dengan rakyat, terbuka terhadap aspirasi, dan tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan masyarakat, Jumat malam 23/10/2026.
Bagi sebagian masyarakat Kabupaten Pasangkayu, Agus Ambo Djiwa bukan sekadar tokoh politik, melainkan figur yang kerap dijadikan tempat bertukar pikiran, meminta nasihat, dan menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kedekatan tersebut membuat namanya kerap disebut sebagai salah satu tokoh panutan masyarakat di Sulawesi Barat.
Keberadaan Agus Ambo Djiwa di parlemen Senayan juga menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait perannya di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, serta pangan. Bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Sulawesi Barat, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku usaha di sektor pangan.
Dalam beberapa tahun menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, berbagai aspirasi masyarakat terus menjadi harapan yang dititipkan kepadanya. Masyarakat berharap perhatian terhadap pembangunan daerah, bantuan sektor pertanian, serta penguatan kesejahteraan petani dan nelayan dapat terus diperjuangkan melalui jalur parlemen.
Salah satu hal yang kerap menjadi pembicaraan masyarakat adalah hubungan silaturahmi yang tetap terjalin antara Agus Ambo Djiwa dan warga. Ketika berada di kediaman pribadinya, masyarakat dari berbagai kalangan disebut kerap datang untuk bersilaturahmi, berdiskusi, maupun menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi masyarakat yang datang, pertemuan tersebut bukan semata-mata untuk bertemu seorang pejabat negara. Lebih dari itu, mereka ingin berbagi cerita, menyampaikan harapan, dan mendapatkan pandangan atau nasihat dari sosok yang telah lama mereka kenal.
Kedekatan seperti inilah yang dinilai sebagian masyarakat menjadi bagian penting dari hubungan antara seorang wakil rakyat dan konstituennya. Sebab, amanah sebagai anggota parlemen tidak hanya berkaitan dengan rapat dan pengambilan keputusan di tingkat pusat, tetapi juga menyangkut kesediaan untuk mendengar suara masyarakat di daerah.
Harapan agar Agus Ambo Djiwa terus mengemban amanah sebagai wakil rakyat Sulawesi Barat di parlemen Senayan pun muncul dari masyarakat yang merasa memiliki kedekatan dengannya. Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik perlu dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan terhadap aspirasi, dan perjuangan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pada akhirnya, nilai seorang wakil rakyat tidak hanya diukur dari jabatan yang disandang, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu menjaga komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan kebutuhan mereka. Bagi warga yang selama ini menjalin hubungan dengannya, Agus Ambo Djiwa merupakan figur yang kehadirannya masih dinantikan untuk berbagi pikiran, mendengar aspirasi, dan membicarakan masa depan Sulawesi Barat.
Bagi masyarakat yang merasa dekat dengannya, silaturahmi bukan sekadar pertemuan, melainkan jembatan kepercayaan antara rakyat dan wakilnya. Kepercayaan itulah yang diharapkan terus dijaga melalui pengabdian dan kerja nyata bagi masyarakat Sulawesi Barat.
Red: Cyber








